SELAMAT DATANG SYAWAL

syawal

Hari raya telah berlalu, bulan penuh ramadhan telah berakhir. Setan-setan laknat pun berpesta pora menyambut lepasnya belenggu yang mengurung mereka selama sebulan penuh. Mereka kembali bebas berkeliaran  menebarkan bisikan-bisikan pada manusia untuk melakukan tindakan-tindakan jahat.

Begitu dahsyatnya bisikan-bisikan lembut mereka, jauh melebihi teriakan provokasi orator-orator ulung unjuk rasa di depan gedung DPR. Bisikan lembut mereka mampu melunturkan iman seseorang tanpa orang terseut menyadarinya. Mampu membuat seseorang meninggalkan akhlak baiknya yang latih sewaktu bulan ramadhan.

Mau bukti? Coba jawab! Apakah kamu masih sering sholat malam? apakah kamu masih shalat jamaah 5 waktu ke masjid? apakah infak yang kamu keluarkan meningkat, sama saja, atau bahkan turun begitu habis lebaran?

Nggak perlu dijawab di sini, apalagi dijawab dengan teriak keliling kampung. Cukup jawab dalam hati masing-masing saja. Jikalau amalan-amalan baik kamu masih konsisten saat ini, itu merupakan suatu prestasi luuar biasa.

Maksud saya disini adalah, kebanyakan umat muslim meningkat ibadahnya begitu memasuki bulan ramadhan namun juga menurun secara signifikan begitu meninggalkan bulan ramadhan. hanya segelintir orang saja yang tetap konsisten menjaga ibadahnya meskipun ramadhan telah berakhir. (bukan saya tentunya 😀 )

Ironis memang. Kita bersusah payah puasa sebulan penuh bisa dikatakan sia-sia. Karena tujuan utama perintah puasa adalah agar kita manusia bisa mencapai derajat ketaqwaan. Dengan memperoleh ketakwaan, seharusnya kita mengalami peningkatan dari semua segi. Namun yang terjadi? Silahkan jawab sendiri.

 

Syawal, bulan peningkatan

 

Banyak yang beranggapan bahwa bulan ini biasa saja. kita menganggab bulan ini sebagai jeda waktu istirahat setelah sebulan penuh puasa ramadhan. Namun ternyata, bulan syawal ini bulan yang sangat istimewa.

Secara harfiah, syawal berarti “peningkatan”. Yang mana berarti meningkatnya kualitas maupun kuantitas ibadah yang sudah mulai kita latih selama bulan ramadhan. Bulan ini juga merupakan bulan pembuktian berhasil tidaknya tujuan utama puasa ramadhan kemarin untuk meraih gelar ketakwaan. Yang ditunjukkan dengan meningkatnya amalan-amalan ibadah kita.

Bulan syawal juga merupakan bulan yang penuh berkah. Karena bulan ini diawali dengan satu hari diharamkannya berpuasa setelah diwajibkan sebulan lalu sebagai wujud hari raya kemenangan. Yang juga merupakan salah satu dari tiga hari raya umat islam.

Begitu istimewanya bulan ini bahkan ada amalan khusus yang di sunnahkan pada bulan ini. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka sama dengan telah berpuasa selama satu tahun” (HR. Muslim).

Jadi buat kalian yang mau menambah tabungan amal, ini masih ada kesempatan. Mumpung bulan syawal masih lumayan panjang. Nggak usah ditunda-tunda lagi karena semakin ditunda, semakin kamu males mengerjakannya (pengalaman pribadi sih 😀 ).

Setelah membaca uneg-uneg diatas, jangan kalian pikir kalo saya adalah manusia suci bersih tanpa dosa. Justru sebaliknya, meskipun saya terlihat tampan, menawan, mempesona, serta berkharisma, namun tidak merubah kenyataan bahwa saya adalah manusia laknat yang berlumuran dosa.

Untuk itu, tujuan utama saya menulis ini bukan untuk kalian. Melainkan untuk diri saya sendiri. Sebagai wujud keprihatinan karena perlahan namun pasti, ibadah yang biasa saya kerjakan di bulan ramadhan mulai saya tinggalkan. Juga, saya mulai kembali melakukan kebiasaan-kebiasaan laknat yang bisa saya tinggalkan sewaktu bulan ramadhan kemarin. 😦

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s