ESENSI BERQURBAN

cow-234835_1920

Dalam waktu dekat ini, umat muslim akan memperingati hari raya idul adha. Salah satu diantara tiga hari raya penting selain idul fitri yang dirayakan dua bulan sebelumnya serta juga hari jum’at. Layaknya sebuah hari raya keagamaan, bersamaan dengan idul adha terdapat ibadah istimewa. Ibadah istimewa itu adalah perjalanan suci haji dan berkurban.

Tentang haji akan saya bahas lain waktu, karena mungkin tidak bisa saya laksanakan dalam waktu dekat ini :P. Akan lebih realistis jika saat ini saya membahas tentang ibadah kurban karena jauh lebih mudah dan murah dibanding dengan ibadah haji. Disamping murah serta lebih terjangkau, ibadah kurban juga tak perlu menunggu lama karena tidak ada batasan kuota dari pemerintah seperti halnya ibadah haji.

Pengertian qurban

Qurban berasal dari bahasa arab yang berarti mendekatkan atau biasa disebut juga Udhhiyah yang berarti hewan sembelihan. Secara syar’i qurban bisa diartikan dengan usaha pendekatan diri oleh seorang hamba kepada Tuhannya dengan cara penyembelihan binatang ternak (sesuai dengan yang dituntunkan agama) guna memperoleh ridha-Nya.

Berqurban sendiri merupakan perintah dari Allah langsung seperti yang terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Kautsar ayat 2

“maka laksanakanlah shalat karena Tuhan-mu dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri pada Allah)” (QS.Al-kautsar:2)

Jadi dalam ayat diatas dapat dipahami bahwa jika berqurban merupakan salah satu bentuk ibadah dalam rangka mendekatkan diri pada Tuhan

Latar belakang berqurban

Dalam sejarah islam, kurban sudah di kenal sejak jaman nabi Adam AS yang dilakukan oleh kedua putranya Habil dan Qabil seperti yang tertulis dalam Al Qur’an:

Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa”. (Al Maaidah: 27)

Qurban juga dilakukan oleh nabi Ibrahim bapak para Nabi melalui proses yang mengharukan. Dalam Al-Qur’an dikisahkan bahwa nabi ibrahim mendapat perintah untuk mengorbankan satu-satunya anaknya untuk Allah SWT. Tentu ini merupakan ujian berat bagi beliau. Mengingat ismail waktu itu adalah satu-satunya putra yang dia miliki serta telah lama ia nantikan.

Setelah berfikir lama, kemudian beliaupun menyampaikan perintah itu kepada anaknya, Ismail. Diluar dugaan, ternyata anaknya pun sangat mendukung ayahnya untuk segera melaksanakan perintah tersebut.

Singkat cerita, mereka berdua berangkat untuk melaksanakan perintah tuhan tersebut. Hingga ketika sampai pada suatu tempat, mereka hendak melaksanakan perintah tersebut. Ketika pisau sudah menempel di leher Ismail, tiba-tiba Allah mengganti perintah tersebut. setelah melihat kesungguhan keduanya Allah mengganti perintah penyembelihan ismail dengan menyembelih domba yang besar sebagai tebusan.

Pelajaran yang diambil dari berqurban

Dari kedua kisah diatas dapat diambil pelajaran bahwa:

  • Seperti kisah kedua anak Adam diatas, saat berqurban harus dilandasi dengan iman dan taqwa. Seperti firman Allah dalam Surah Al-Hajj berikut:

“daging-daging unta itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah dan tidak pula darahnya. Tetapi taqwa dari kamulah yang dapat mencapainya…” (QS. Al-Hajj : 37)

  • Berqurban bukan hanya sekedar tentang menyembelih binatang qurban. Lebih dari itu, berqurban merupakan bentuk menafkahkan harta yang paling di cintai sebagai wujud kecintaan kita kepada Allah seperti yang dilakukan oleh nabi Ibrahim. Allah SWT. Berfirman:

“ kamu sekali-kali tidak akan mencapai kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya” (QS. Ali-Imran:92)

 

Demikian tadi merupakan sedikit pandangan dari saya tentang berqurban. Pada ahirnya apa yang kita lakukan akan kembali pada diri kita sendiri. Jika memang kalian mempunyai pandangan yang berlawanan dengan pendapat saya diatas, boleh dong di tulis di bawah biar saya juga tambah ilmu 😛 .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s