PUIL: MEMASANG INSTALASI LISTRIK BUKAN HANYA SEKEDAR ASAL JADI

puil

Suatu ketika saya dimintai tolong oleh tetangga untuk memperbaiki lampu yang mati di rumahnya. Saya menyanggupinya dan bergegas menuju rumahnya karena sebentar lagi hari mulai gelap. Dan lagi suami tetangga saya tsb sedang pergi ke luar kota sehingga praktis tenaga saya sangat dibutuhkan *lebai dikit*

Segera saya cek si lampu yang sedang bermasalah tersebut. Namun rupanya tidak ada masalah dengan lampu dan saklarnya. Yang berarti masalah terletak pada instalasinya. Dan setelah saya cek bagian instalasinya “maasya Allah” saya jadi teringat dengan mie ayam warung sebelah. Rupanya penataan instalasinya sungguh luar biasa semrawut.

Dengan sedikit usaha dan pengetahuan yang saya miliki, ahirnya saya bisa memperbaikinya tepat waktu. 😀 *sombong*

Oke, itu sedikit cerita saya tentang memperbaiki instalasi listrik rumah tangga yang lumayan semrawut. Namun, itu baru sekedar instalasi rumah yang cukup sederhana. Namun bagaimana jadinya terjadi pada instalasi yang lebih kompleks? pabrik produksi misalnya. Instalasi asal-asalan tentu akan sangat menyulitkan dalam perbaikan serta perawatan. Belum lagi instalasi sembarangan juga akan membahayakan keselamatan para pekerja.

Untuk itulah diciptakan peraturan dasar instalasi listrik yang disebut “PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, serta memudahkan perawatan serta perbaikan jika terjadi kerusakan. Jika diibaratkan sebagai negara, PUIL seperti UUD-nya seorang “instalatir” yang berisi aturan-aturan dalam pemasangan instalasi listrik.

PUIL saat ini merupakan hasil beberapa kali penyempurnaan dari PUIL sebelumnya yang juga merupakan terjemahan dari AVE (Algemene Voorschriften voor Electrische Sterkstroom Instalaties). AVE sendiri merupakan peraturan instalasi listrik yang pertama kali digunakan sebagai pedoman beberapa instansi yang berkaitan dengan instalasi listrik yang diterbitkan sebagai Norma N 2004 oleh Dewan Normalisasi Pemerintah Hindia Belanda.

PUIL mengatur dasar-dasar instalasi listrik mulai dari hal yang paling kecil hingga yang paling kompleks. Namun meskipun begitu, puil tidak dapat digunakan dalam keadaan tertentu, seperti:

  • bagian instalasi listrik dengan tegangan rendah yang hanya digunakan untuk menyalurkan berita dan isyarat
  •  bagian instalasi listrik yang digunakan untuk keperluan telekomunikasi dan pelayanan kereta rel listrik
  • instalasi listrik dalam kapal laut, kapal terbang, kereta rel listrik, dan kendaraan lain yang digerakkan secara mekanis.
  • instalasi listrik di bawah tanah dalam tambang.
  • instalasi listrik dengan tegangan rendah yang tidak melebihi 25 V dan dayanya tidak melebihi 100 W.

Itu tadi adalah sedikit informasi tentang PUIL yang mungkin bisa berguna buat kamu suatu saat nanti. Nah, menurut kamu penting nggak sih jika memasang instalasi harus lihat puil dulu?? boleh dijawab sendiri atau boleh di tulis di kolom komentar kok.. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s