GURUKU PAHLAWANKU

boys-1782427_1920

Bulan November ini kita memiliki dua hari spesial. Yupz, dua hari spesial itu  adalah hari pahlawan dan hari guru. Kalian tau? guru dan pahlawan itu merupakan dua hal yang berlainan namun memiliki suatu kesamaan.

Pernah mendengar sebuah ungkapan “pahlawan tanpa tanda jasa”? ya, ungkapan yang terdapat dalam penggalan kalimat lagu hymne guru tersebut merupakan sebuah gambaran pengabdian seorang guru sebagai seorang pahlawan yang berjuang tanpa pamrih.

Memang seorang guru tidak seperti seorang tentara yang memegang senjata dan berjuang di garis depan. Namun mereka berjuang dengan caranya sendiri. Mereka bertugas mendidik dan menyiapkan sebuah generasi yang cukup tangguh untuk melanjutkan usaha dalam perjuangan membangun bangsa ini.

Jika kita perhatikan, sebenarnya peranan guru sangatlah penting bagi kelangsungan hidup sebuah bangsa. Karena merkalah yang bertanggungjawab terhadap kualitas dari para generasi penerus sebuah bangsa.

Namun jika kita lihat di lapangan, keadaan seorang guru (terutama guru honorer) bisa di bilang agak memprihatinkan. Saya pernah bertemu seorang guru honorer dengan gaji hanya sekitar 300 ribu perbulan. Bayangkan, hidup di jaman seperti ini dengan penghasilan 300 ribu per bulan? Membayangkan saja rasanya cukup sulit.

Keadaan tersebut mau tidak mau memaksa sebagian guru untuk mencari penghasilan tambahan dengan cara berdagang misalnya, atau mengajar di tempat lain. Hal itu membuat seorang guru tidak fokus untuk mengajar. Sehingga secara tidak langsung mempengaruhi kualitas dalam mengajar.

Namun saya percaya jika seorang guru sedang mengajar, ia memberikan ilmunya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Dibalik lemah lembutnya tersimpan kesabaran dan kekuatan tiada tara. Dibalik sikap tegasnya ia tititpkan harapan besar pada muridnya. Dibalik sifat kerasnya tersimpan rasa kasih sayang.

Yah, meskipun tak dapat dipungkiri jika diantara guru-guru tersebut juga ada oknum brengsek. Tapi kawan, saya kira oknum-oknum tersebut hanya ada segelintir saja. Mau gimana lagi, memang begitu adanya. Karena katanya di dunia ini nggak ada yang sempurna.

Bagi saya sosok guru merupakan seorang pahlawan sekaligus sebagai orang tua yang mengajari saya mulai dari membaca, menulis hingga memahami arti hidup (oke, yang ini agak lebay). Secara tidak langsung mereka turut andil dalam setiap langkah yang saya ambil.

Setiap orang punya perannya masing-masing. Tiap orang, punya caranya sendiri buat jadi seorang pahlawan. Yang ku tau guruku pahlawanku. Dari merekalah ku lihat sosok panutan dan teladan.

Harapan saya, semoga kelak jasa-jasa mereka lebih di hargai. Baik dalam bentuk materi maupun non materi. Karena kita tau, hidup di jaman ini tak cukup hanya dengan sanjungan ataupun pujian. Semoga kelak jasa-jasa mereka dibayar dengan harga yang pantas. Cukup bapak “Oemar Bakri” saja yang gajinya selalu di kebiri. Jangan terjadi pada guru-guru lain. Serta saya juga berharap, kedepannya kualitas guru juga semakin baik seiring dengan baiknya penghargaan yang mereka terima… aamin.

Emmm… kalo boleh tau gimana sih sosok guru bagi kalian? Boleh dong share di kolom komentar 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s